Dahulu
ia pernah berfikir bahwa wanita bisa melakukan segala sesuatunya sendiri. WANITA
KUAT tidak butuh lelaki. Tetapi kejadian perginya sosok AYAH dalam hidupnya
membuatnya sadar bahwa ia tidak bisa berjalan sendiri sebagai wanita. Ia butuh
sosok lelaki yang bisa menjadi kaki untuknya, menjadi kepala untuk berfikir
menyelesaikan masalahnya, menjadi pundak untuk ia menangis, serta tangan yang
mengelus kepala serta memberikan pelukan untuk lelah yang dirasa.
Kepergian
AYAH mengajarkan bahwa dirinya adalah WANITA KUAT tapi juga mengajarkan WANITA
KUAT MEMBUTUHKAN LELAKI YANG KUAT.
Kebutuhan,
kebahagiaan, keharmonisan serta keceriaan keluarga, bersandar di pundak wanita
kuat. Wanita kuat yang hampir lupa dengan kebahagiaannya sendiri, dan
menjadikan KELUARGA menjadi nomor satu dalam hidupnya terutama IBU. Tapi sadar
dan mencari LELAKI KUAT untuk menemaninya sangatlah sulit, seperti sulitnya
menahan air mata ketika menyadari bahwa dirinya belum bisa menjadi pengganti
AYAH yang bisa berdiri tegap untuk keluarga.
Akankah
ada seorang lelaki yang bisa membuat dirinya merasa tidak sendiri?
Akankah
ada seorang lelaki yang berkata datanglah bila kamu menangis?
Akankah
ada seorang lelaki yang berkata ceritakan saja semua yang kamu mau?
Akankah
ada seorang lelaki yang berkata percayakan dirimu padaku?
KARENA
AKU LELAKI mu…
No comments:
Post a Comment