Jan 11, 2014

PEMIMPI


Berawal dari lembaran putih kosong dan itu lah kehidupan kita. Perlu diberi tulisan. Atau gambaran tanganmu. Entah tulisan apapun itu tergantung kita yang menuliskannya. Dan ya benar, memang kita sendiri yang mempuyai hak untuk itu.

Termasuk dalam kehidupan percintaan? Jawabannya sudah pasti iya.

Dengan siapa, kapan dan bagaimana perjalanannya cuman kita yang bisa menentukan. Bahkan setiap yang terjadi bisa dijadikan acuan untuk selanjutnya. Tapi entah jika berbicara CINTA, untuk diriku sendiri adalah sesuatu yang sangat sensitif.

Setiap diakhir Februari pastilah usia diriku bertambah. Dan tua secara umur itu sudah pasti. Kalau urusan cinta dan perasaan aku bukanlah pakarnya. Aku bisa menasehati dan memberikan motivasi tapi jika sudah mengalaminya sendiri pastilah menjadi orang yang bodoh. Tapi itulah faktanya, seseorang yang jatuh cinta pasti akan menjadi orang yang bodoh.

Perasaan kepada seseorang itu bisa muncul dengan begitunya, bahkan ketika ditanya alasannya aku tak akan pernah tau. Tapi permasalahan yang sama selalu hadir ketika aku mulai menumbuhkan dan memelihara perasaan itu.

Aku bukan orang yang banyak pengalaman di dunia cinta. Tapi aku suka sekali membaca buku roman cinta, psikologi dan motivasi, makanya mungkin aku terlihat begitu mengerti. Ya ditambah dengan curhat-curhat yang mampu ku jadikan penambahan ilmu di dunia percintaan.

Pengalaman punya pasangan saja baru dengan seorang pria yang berakhir dengan menyakitkan yaitu perselingkuhan. Entah kamu pernah diposisi yang sama atau tidak yang pasti posisi itu benar-benar tidak menyenangkan, bahkan rasanya seperti jantung kamu ditusuk pisau tajam. Dan biasanya kalau jika sudah mengalami pasti bisa menimbulkan ketakutan-ketakutan ketika memulai yang baru. Dan itu yang pernah terjadi pada diriku.

Tapi entah apa maksud Tuhan. Ketika aku sudah memberanikan diri untuk membuka yang baru dan mulai menumbuhkan dan berencana untuk memelihara perasaan ini, sekarang semua benar-benar hilang begitu saja tanpa ada kejelasan.

Tapi aku rasa aku tau jawabannya. Lelaki melihat wanita dari parasnya itu wajar. Sangat wajar. Begitu pula dengan para wanita. Jadi tidak menyalahkan dia tapi menjadikan pembelajaran untuk diri sendiri. Pembelajaran untuk menerima pasangan dengan apa adanya dan jangan terlalu menggunakan perasaan, apalagi perasaan yang hebat ketika baru berada di masa-masa pendekatan dan pengenalan. Karena tidak semua akan berkahir dengan kepastian.

Aku bukan wanita yang memliki paras dan tubuh yang cantik. Aku sadar itu, bahkan terlalu sadar dan membuat aku suka merasa kurang percaya diri dengan yang lainnya. Salah? Iya aku tau salah, tapi tidak mudah membuang rasa minder itu.

Tapi apakah aku salah kalau aku ingin mendapatkan dia yang setia, dan menerima aku apa adanya? Bahkan aku punya sebuah mimpi suatu ketika ada seorang pria yang serius denganku dan ketika ia menyatakan cintanya dan meminta aku menjadi pasangannya, dia lakukan dengan duduk di sebuah meja makan yang romantis. Tempat yang sudah disengaja diatur dengan begitu romantis. Ada bunga atau lilin di jalan-jalan yang aku lewati. Ada pantai dan ada alunan musik. Tapi itulah mimpi dan pengertian kondisi romantis  yang aku banyak baca di novel-novel dan entah akan menjadi kenyataan atau tidak.

Tapi untuk kali ini aku tak akan memaksa diriku untuk mengharapkan itu terjadi. Bahkan mungkin akan tetap menjadi sebuah mimpi selamanya. Dan kini aku akan membiarkan air mata aku turun untuk beberapa waktu sehingga aku bisa bangkit kembali menjadi diriku yang diluar terlihat ceria menurut orang kebanyakan. Dan aku pun membiarkan dia mendapatkan wanita yang jauh lebih baik dari diriku. Niat yang baik ya? Walaupun sebenarnya ini sangat sulit untuk hati ini.

Sekarang ijinkan aku bermimpi bahkan terus bermimpi. Dan sambil mempersiapkan hati untuk mengalaminya lagi, aku akan mengejar mimpi-mimpiku yang lain. Benar aku memang seorang pemimpi.

No comments:

Post a Comment