Hati ternyata punya telinga sendiri. Ketika telinga di kepalaku tidak mendengar apa-apa, hatiku masih mendengar suara yang begitu indahnya. Suara yang berasal dari senyuman yang memandang dengan kehangatan.
Ternyata keindahan semakin berlipat ganda ketika telinga tidak mendengar apa-apa.
Apabila kamu menjauh, aku tidak pernah kehilangan. Karena kamu tetap tinggal dengan cinta kehangatan bersama semua ingatan. Dan ingatanku tidak akan pernah hilang karena cinta penuh dengan keindahan.
Kamu tidak akan pernah sendiri, selama hati masih menginginkan. Karena kesetiaanku melebihi keinginanmu. Rasa akan selalu ada walau waktu terus berlalu karena cinta tidak pernah kehilangan kekuatannya.
Seperti hati yang bersujud pada sang pencipta. Cintaku akan bersujud pada hati yang setia.
No comments:
Post a Comment